Tugas Akhir » Detail Tugas Akhir
Hubungan Kebersyukuran dengan Kebermaknaan Hidup Orang Tua yang Memiliki Anak Autis.
Penulis : Alfin Nadhiroh
Tahun : 2012
Fakultas : Psikologi
Jurusan : Psikologi
Pembimbing : 1) Rifa Hidayah, M.Si.  
Kata Kunci : Kebersyukuran, Kebermaknaan Hidup
Ketidakberdayaan orang tua dalam menghadapi kenyataan bahwa memiliki anak autis dalam pandangan Psikologi Positif juga memiliki kesempatan untuk dapat melihat hidup lebih positif dan merasakan hal-hal yang positif salah satunya adalah kebersyukuran. Kebersyukuran merupakan sebuah dimensi penting dalam hidup yang sifatnya universal, membahagiakan, dan membuat perasaan nyaman serta mampu memicu motivasi. Sementara kebermaknaan hidup merupakan sesuatu yang dianggap penting dan memberi nilai khusus bagi seseorang yang jika terpenuhi, maka akan membuat individu merasa lebih bahagia, berharga dan memiliki tujuan yang mulia untuk dipenuhi. Masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat kebersyukuran, tingkat kebermaknaan hidup, dan hubungan antara kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup pada orang tua yang memiliki anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kebersyukuran, tingkat kebermaknaan hidup, dan hubungan antara kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup pada orang tua yang memiliki anak autis. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan positif antara kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup orang tua yang memiliki anak autis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan dilakukan di Sekolah Autisme Laboratorium Universitas Negeri Malang dengan jumlah responden sebanyak 20 orang. Untuk mengukur variabel bebas yaitu kebersyukuran dan variabel terikat yaitu kebermaknaan hidup, peneliti menggunakan skala. Analisis yang digunakan adalah korelasi nonparametrik Spearman. Berdasarkan hasil analisis data, menunjukkan bahwa 20 orang tua anak autis di Sekolah Autisme Laboratorium UM memiliki kebersyukuran pada taraf yang bervariasi, 20% menunjukkan kebersyukuran pada taraf tinggi, 60% pada taraf sedang dan 20% berada pada taraf rendah. Para orang tua juga memiliki kebermaknaan hidup pada taraf yang bervariasi, 15% menunjukkan kebermaknaan hidup pada taraf tinggi, 70% pada taraf sedang dan 15% berada pada taraf rendah. Sementara untuk korelasi ditemukan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup. Koefisien korelasinya menunjukkan 0,631 dan koefisien determinannya atau r2 = 0,40, yang artinya bahwa ada hubungan positif antara kebersyukuran dengan kebermaknaan hidup. Kebermaknaan hidup orang tua yang memiliki anak autis di Sekolah Autisme Laboratorium UM disumbang 40% dari kebersyukuran.

Laporkan Error || Halaman Sebelumnya